Aira, remaja berusia 14 tahun yang kini duduk di kelas 2 SMP, terus memperkuat langkahnya di dunia entertainment. Sejak kecil ia sudah terbiasa berada di atas panggung dan di depan kamera. Berawal dari hobi modeling sejak usia tiga tahun, Aira pernah tampil di berbagai ajang besar seperti JFW dan ITFW, sebelum akhirnya mulai merambah ke proyek film, iklan, dan dunia konten.
Minatnya pada modeling dan seni peran tumbuh secara alami dari kebiasaan menonton film dan mengikuti berbagai kegiatan fashion sejak kecil. Ia mengatakan bahwa sejak lama sudah bercita-cita menjadi artis dan semakin mantap mengejar impian itu seiring bertambahnya pengalaman di industri hiburan.
Selain aktif sebagai model dan talent, Aira juga memiliki brand fashion sendiri bernama Maza ID. Brand itu lahir dari kegemarannya menggambar busana dan memadukan pakaian. Ia terlibat langsung dalam proses kreatifnya, mulai dari membuat sketsa, memilih bahan, hingga memproduksi. Koleksi yang dibuatnya mencakup pakaian harian dan busana muslim, terutama saat Lebaran. Meski masih tahap awal, Aira pernah mendapatkan profit jutaan rupiah dari penjualan koleksinya. Pengalaman itu menjadi pencapaian besar baginya karena sebelumnya ia belum pernah terjun ke dunia bisnis.
Namun Aira tidak menutup mata bahwa perjalanan ini penuh tantangan, terutama soal mood yang sangat berpengaruh ketika ia harus menyelesaikan desain. Selain itu, jadwal yang padat membuatnya harus pintar membagi waktu antara sekolah dan kegiatan entertainment. Orang tuanya selalu mengingatkan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas. Karena itu, ketika bekerja, Aira terbiasa membawa buku pelajaran dan laptop agar tetap bisa belajar. Meski begitu ia mengakui pernah mengalami masa-masa keteteran, termasuk saat ujian ketika ia tak bisa masuk sekolah.
Tantangan lain datang dari lingkungan sosial. Ketika duduk di kelas 5 SD, Aira pernah mengalami perlakuan tidak menyenangkan karena aktivitas modelingnya. Ia sempat dikucilkan oleh teman-temannya hingga satu angkatan, bahkan mendapat komentar dari guru mengenai pakaiannya. Situasi itu membuat mentalnya drop hingga ia enggan pergi ke sekolah. Namun dari pengalaman itu Aira belajar bahwa tidak semua orang akan menyukai atau menerima dirinya. Kini ia berusaha lebih cuek dan tidak menjadikan omongan orang lain sebagai beban, selama tetap sadar ketika melakukan kesalahan.
Meski menghadapi berbagai rintangan, Aira memiliki tekad kuat untuk terus berkembang. Ia memasang target besar untuk bisa bermain dalam film layar lebar pertamanya pada tahun 2026. Ia sudah mulai mengikuti casting dan rutin berlatih akting demi mewujudkan resolusi tersebut. Aira juga berharap bisa menjadi pribadi yang lebih kuat dan tidak mudah terbawa perasaan. Ia belajar untuk tidak terlalu memikirkan komentar negatif dan fokus pada apa yang ingin dicapainya.
